Setiap kita memiliki kisah dan jalan cerita masing-masing

Foto saya
Kisahku tiada terhenti,dihalau hujan deras tetapberlanjut, di terpa angin kencang terus melangkah, terbakar terik matahari terus berlalu.

Senin, 29 Agustus 2016

Pengembaraan di dunia yang sebentar saja

Ingat pesan rasulullah tentang menjalani hidup di dunia sebagai tempat mencari bekal untuk akhirat.
beliau rasulullah pernah mengatakan "Jadilah kau di dunia ini sebagai orang asing, atau sebagai musafir yang sekedar lintas saja"

Apa maksud dari perkataan beliau..?
bisa di pahami, bahwa hendaklah kita tahu dan mengingat selalu bahwasanya kita hidup di dunia hanya sebentar saja, langkah kita di dunia suatu saat akan terhenti menuju kehidupan yang selanjutnya. hendaklah kita menjadi "orang asing" yang artinya orang yang memasuki suatu kampung atau suatu wilayah yang asing baginya, yang tidak ia ketahui tentangnya, dalam artian orang asing yang mendatangi suatu daerah tersebut hanya akan tinggal sementara dan akan berjalan menuju daerah lainnya.

Mengapa demikian? jika ada yang bertanya demikian atau kita sendiri bertanya-tanya pada diri kita sendiri, maka jawabannya telah jelas "Tiada satupun yang kekal kecuali Allah SWT", maka dari itu hendaklah kita mempersiapkan bekal yang baik, yang komplit lagi sempurna, hingga kita tidak akan merasa kekurangan nanti di pengembaraan kita di kehidupan selanjutnya.

Mulailah merenungi diri sendiri bahwa apakah bekal yang akan kita bawa nanti sudah disiapkan, ataukah belum pernah mempersiapkannya sekali. Fakta bahwa kita telah mempersiapkannya dengan sempurna hanyalah allah yang tahu, akan tetapi tugas kita ialah berusaha agar kita menyempurnakannya, karena kesempurnaan itu milik allah. setelah kita sadar bahwa bekal kita masih kurang maka tambahkanlah kekurangan itu, sempurnakanlah hingga sisanya. Kemudian ingatkanlah ke sekeliling kita kepada ayah ataupun bunda, kepada kakak ataupun adik, saudara atau teman, keluarga dan sanak saudara.

Jika anda melihat dan merasa bekal mereka belumlah cukup maka ajaklah mereka dalam mengerjakan kebaikan sebagai bekal yang kita siapkan untuk akhirat nanti. Melihat orangtua bicarlah dengan mereka dengan santun, ajaklah mereka dengan sopan, "Ayah bunda uban di kepala kita akan bertumpuk dan terus bertambah, kulit kita akan mengendur dan lemah, bekal kita yang belum kita siapkan di masa muda, sempurnakanlah. jangan tunggu aku ataupun saudaraku yang masih lalai sholat, tidak bershodaqoh, dan sering tidak berkata jujur, belum tentu bekal kami di terima, jangan tunggu kami berdoa dengan tulus untukmu, karena bisa jadi kami mendahului kalian, walaupun ananda berkata demikian, ukan berarti ananda tidak sayang, tidak taat kepada kalian, akan tetapi anda khwatir akan nasib ayah dan bunda nanti. mari kita siapkan bekal kita bersama."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar