Ingat pesan rasulullah tentang menjalani hidup di dunia sebagai tempat mencari bekal untuk akhirat.
beliau rasulullah pernah mengatakan "Jadilah kau di dunia ini sebagai orang asing, atau sebagai musafir yang sekedar lintas saja"
Apa maksud dari perkataan beliau..?
bisa di pahami, bahwa hendaklah kita tahu dan mengingat selalu bahwasanya kita hidup di dunia hanya sebentar saja, langkah kita di dunia suatu saat akan terhenti menuju kehidupan yang selanjutnya. hendaklah kita menjadi "orang asing" yang artinya orang yang memasuki suatu kampung atau suatu wilayah yang asing baginya, yang tidak ia ketahui tentangnya, dalam artian orang asing yang mendatangi suatu daerah tersebut hanya akan tinggal sementara dan akan berjalan menuju daerah lainnya.
Mengapa demikian? jika ada yang bertanya demikian atau kita sendiri bertanya-tanya pada diri kita sendiri, maka jawabannya telah jelas "Tiada satupun yang kekal kecuali Allah SWT", maka dari itu hendaklah kita mempersiapkan bekal yang baik, yang komplit lagi sempurna, hingga kita tidak akan merasa kekurangan nanti di pengembaraan kita di kehidupan selanjutnya.
Mulailah merenungi diri sendiri bahwa apakah bekal yang akan kita bawa nanti sudah disiapkan, ataukah belum pernah mempersiapkannya sekali. Fakta bahwa kita telah mempersiapkannya dengan sempurna hanyalah allah yang tahu, akan tetapi tugas kita ialah berusaha agar kita menyempurnakannya, karena kesempurnaan itu milik allah. setelah kita sadar bahwa bekal kita masih kurang maka tambahkanlah kekurangan itu, sempurnakanlah hingga sisanya. Kemudian ingatkanlah ke sekeliling kita kepada ayah ataupun bunda, kepada kakak ataupun adik, saudara atau teman, keluarga dan sanak saudara.
Jika anda melihat dan merasa bekal mereka belumlah cukup maka ajaklah mereka dalam mengerjakan kebaikan sebagai bekal yang kita siapkan untuk akhirat nanti. Melihat orangtua bicarlah dengan mereka dengan santun, ajaklah mereka dengan sopan, "Ayah bunda uban di kepala kita akan bertumpuk dan terus bertambah, kulit kita akan mengendur dan lemah, bekal kita yang belum kita siapkan di masa muda, sempurnakanlah. jangan tunggu aku ataupun saudaraku yang masih lalai sholat, tidak bershodaqoh, dan sering tidak berkata jujur, belum tentu bekal kami di terima, jangan tunggu kami berdoa dengan tulus untukmu, karena bisa jadi kami mendahului kalian, walaupun ananda berkata demikian, ukan berarti ananda tidak sayang, tidak taat kepada kalian, akan tetapi anda khwatir akan nasib ayah dan bunda nanti. mari kita siapkan bekal kita bersama."
Kisah disetiap langkah kakiku
Setiap kita memiliki kisah dan jalan cerita masing-masing
- Aji
- Kisahku tiada terhenti,dihalau hujan deras tetapberlanjut, di terpa angin kencang terus melangkah, terbakar terik matahari terus berlalu.
Senin, 29 Agustus 2016
Kamis, 25 Agustus 2016
Ridho ibunda yang mengiringi kesuksesan seorang anak
Assalam alaikum wr. wb.
Selamat siang semua..
hari ini terlentas di benak saya untuk menulis sebuah paragraf yang begitu simpel insya allah bermanfaat, adapun kekurangannya nanti harap di maklumi, saya masih belajar dan akan terus belajar.
mungkin kita pernah mendengar ataupun mebaca kisahnya, tapi karena satu dan lain hal saya masih ingin menuliskannya dan membagikannya kepada anda.
setiap kita, setiap anda semua jika ingin melakukan sesuatu apapun, iringilah pekerjaan itu dengan sebuah keridhoan ibunda, jika ingin belajar jauh, pergi berkelana ke negeri orang menuntut ilmu, menikah dan di nikahi, dan pekerjaan lainnya. jika tekad kita kuat niat pun sudah membulat namun belum di iringi ridho ibunda ibarat pohon tak bernyawa, memang dahannya kuat, akarnya besar dan merambat kemana-mana, batangnya berdiri tegak dan juga kuat, namun bila ia tak bernyawa tiada lama lagi hidupnya, akar yang kuat tak mampu menahannya, dahan dan batang yag kuat takkan mampu lagi menopangnya, seperti itulah layaknya pekerjaan tanpa ridho.
Selamat siang semua..
hari ini terlentas di benak saya untuk menulis sebuah paragraf yang begitu simpel insya allah bermanfaat, adapun kekurangannya nanti harap di maklumi, saya masih belajar dan akan terus belajar.
mungkin kita pernah mendengar ataupun mebaca kisahnya, tapi karena satu dan lain hal saya masih ingin menuliskannya dan membagikannya kepada anda.
setiap kita, setiap anda semua jika ingin melakukan sesuatu apapun, iringilah pekerjaan itu dengan sebuah keridhoan ibunda, jika ingin belajar jauh, pergi berkelana ke negeri orang menuntut ilmu, menikah dan di nikahi, dan pekerjaan lainnya. jika tekad kita kuat niat pun sudah membulat namun belum di iringi ridho ibunda ibarat pohon tak bernyawa, memang dahannya kuat, akarnya besar dan merambat kemana-mana, batangnya berdiri tegak dan juga kuat, namun bila ia tak bernyawa tiada lama lagi hidupnya, akar yang kuat tak mampu menahannya, dahan dan batang yag kuat takkan mampu lagi menopangnya, seperti itulah layaknya pekerjaan tanpa ridho.
Minggu, 21 Agustus 2016
Kesempurnaan dalam hidup perspektif di dunia dan akhirat.
Hidup bahagia itu bukanlah di ukur dari prestasi dunia yang dicapai, bahkan itu terlampau jauh dari kata bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)